………………………………………………….::: soul . heart . mind .

Oleh: Ameer Hamzah

Aliran sesat ini masuk ke Indonesia lewat Aceh Selatan (1925), Minangkabau (1926), Medan (1927) Yogyakarta dan Jakarta sekitar tahun 1930. Pemerintah Hindia Belanda memberi dukungan penuh waktu itu.

Ahmadiyah Qadian adalah aliran sesat dalam Islam. Mereka  meyakini pendiri aliran tersebut, Mirza Ghulam Ahmad (1852-1908 ) sebagai nabi dan rasul terakhir, bukan Nabi Muhammad saw. sebagaimana keyakinan mayoritas umat Islam (suni) di dunia. Pemerintah Pakistan telah mengharamkan sejak tahun 1960, Banglades tahun 1962, Arab Saudi, 19964. Pengharaman secara umum diputuskan dalam Musyawarah Ulama Internasional Rabithah Alam Islamy di Mekkah, 1970. Anehnya, Pemerintah Indonesia masih pikir-pikir.

Pokok-pokok kesesatan aliran ini antara lain sebagaimana ditulis oleh Syeikh Abul Hasan An-Nadwy dalam kitab ar-Risalah; Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya Nabi dan Rasul terakhir, memilki kitab suci tersendiri bernama “At-Tazkirah”, menolak hadits-hadits Nabi Muhammad saw. dan menciptakan hadits-hadits dari ucapan dirinya. Mereka bekerja sama dengan Pemerintahan Inggris untuk melanggengkan penjajahan di anak benua India, anti jihad, mengkafirkan tokoh-tokoh Islam seperti, Abul Hasan An-Nadwy, Mohammad Iqbal, Abul A’la Al-Maududi.

Mirza memang mengakui kenabian Nabi Muhammad saw., tetapi bukan nabi pentutup (terakhir). Mirza mendakwakan dirinya nabi terakhir. Menurut keyakinan mereka, Nabi Isa telah wafat dan tidak datang lagi menjelang kiamat. Ruh Nabi Isa al-Masih telah pindah dalam tubuhnya. Allah telah menurunkan seluruh isi kitab Taurat, Injil dan al-Quran untuknya. Karenanya, dia adalah nabi yang terbesar. Allah swt. telah mewahyukan 10.000 (sepuluh ribu ayat) untuknya.

Kesesatan lain adalah mengakui negeri Qadian di India  tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Umat Islam wajib menunaikan haji ke Qadian. Jika tidak ke Qadian, haji ke Mekkah belum sah. Allah telah mensucikan Qadian karena tempat diwahyukan agama untuknya.

Mirza Ghulam juga mengakui Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya telah menyaksikan nubuwwah untuknya. Barang siapa melawan Pemerintah Inggris, adalah kafir, sebab Inggris bukan menjajah India, tetapi datang membantu berkembang agama Islam yang dia ajarkan. Mereka juga mengkafirkan orang-orang yang mengkafirkan pengikut mereka.

Mirza telah menghalalkan perkawinan antara pengikutnya dengan pemeluk agama Hindu dan mengharamkan nikah dengan orang Islam yang tidak mengakui kerasulannya. Dia juga telah menjamin lebih dari seratus orang pengikutnya yang setia sebagai penghuni surga di akhirat kelak dan juga telah mengumumkan ribuan penetangnya sebagai penghuni neraka. Nauzubillahi min zalik!

Menurut Mohammad Iqbal, Ahmadiyah adalah suatu aliran sesat dalam Islam yang sangat berbahaya, lebih berbahaya dari Yahudi dan Nasrani. Jika Yahudi dan Nasrani merusak Islam dari luar, sedangkan Qadianisme merusak Islam dari dalam tubuh umat Islam sendiri. Muhammad Iqbal telah meminta Perdana Mentri India pertama, Jawaharal Nehru, untuk melarang Qadianisme di India, tetapi Nehru justru memberi fasilitas dan dukungan sebagaimana yang dilakukan penjajah Inggris. Sejak itu Iqbal memutuskan hubungan dengan Nehru dan akhirnya mendirikan Negara Pakistan yang terpisah dengan India.

Dalam buku “Gerakan Perusak Qadianisme”,  Dr Muhammad Khuda Husin menulis: Mirza Ghulam Ahmad waktu masih remaja pernah hilang akal alias gila. Ayahnya mengobati pada seorang dokter saraf berkebangsaan Inggris. Setelah sembuh dari sakit jiwa tersebut dia mencari pekerjaan ke New Delhi. Dia menjadi pegawai pemerintah Inggris. Kemudian dia menjadi “kaki tangan” Inggris untuk mersak Islam dari dalam. Dia mengakui dirinya menjadi Mahdi, kemudian menjadi Al-Masih al Mau’ud (Nabi Isa), kemudian mengakui dirinya menjadi Nabi).

Pemerintah  Pakistan dan Arab Saudi menganggap mereka telah keluar dari agama Islam, dan melarang mereka naik haji ke Baitullah. Malaysia dan Brunei mengharamkan penganut agama ini dan menangkap siapa saja yang menyebar ajaran sesat dan menyesatkan.

Ahmadiyah di Indonesia

Aliran sesat ini masuk ke Indonesia lewat Aceh Selatan (1925), Minangkabau (1926), Medan (1927) Yogyakarta dan Jakarta sekitar tahun 1930. Pemerintah Hindia Belanda memberi dukungan penuh waktu itu. Ulama-ulama Ahmadiyah yang datang dari India dan Pakistan diberi kebebasan untuk meyebarluaskan paham agama yang menyimpang ini. Mubalig-mubalig mereka meyebar ke seluruh nusantara dengan dukungan dana dari pemerintah kolonial. Meski demikian tidak banyak umat Islam Indonesia terpengaruh dengan aliran ini.

Di Aceh, aliran Ahmadiyah pernah berkembang di Tapaktuan di bawa oleh Rahmat Ali yang pernah  belajar ke India dan di Lhoksukon Aceh Utara di bawa oleh seorang asal Yogyakarta yang bernama Djasmino. Namun, karena kurang berhasil akhirnya aktivitasnya tak terdengar lagi.Konon Abu Daud Beureueh pernah menampar  seorang mubaligh Ahmadiyah di Lhoksukon  tahun1950. (Saya tahu nama orang yang ditampar, tetapi tidak etis kalau saya sebutkan namanya di sini).

Waktu saya Ketua Remaja Masjid Raya Baiturrahman (1995—1997) pernah beberapa kali didatangi oleh mubalig Ahmadiyah dari Medan mengajak saya bertukar pikiran. Saya berdebat dengan mereka di Kantor Remaja Masjid Raya Baiturrahman. Anehnya mereka tidak mau shalat berjamaah di masjid raya dengan alasan, tidak sah mengikuti Imam yang tidak sealiran dengan mereka.

Kini, Ahmadiyah Qadian telah meresahkan umat Islam di Indonesia. Majelis Ulama telah meminta pemerintah supaya melarang aktivitas mereka. Namun pemerintah selalu tidak tegas. Di kalangan ahli hukum terjadi pro-kontra. Orang-orang sekuler tidak setuju Ahmadiyah dilarang, sedangkan orang-orang bergama sangat ingin Ahmadiyah segera ditertipkan.

Fenomena Ahmadiyah memang terasa meresahkan,. Kini pengikut mereka semakin banyak di Indonesia. Markas besar mereka di Porong Bogor. Pepatah Aceh mengatakan; Watee reubong tangieng, oh jeuet keutring han ek tahila (Waktu rebung dikerling, waktu jadi bamboo tak mampu dihila).

Anggota DPRA serta pemerhati masalah agama dan sosial

 

Sumber: http://www.harian-aceh.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: