………………………………………………….::: soul . heart . mind .

Kontroversi Buku Ilusi Negara Islam

coverSejak diterbitkan, buku berjudul “ILUSI NEGARA ISLAM”, Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia telah menuai banyak kontroversi. Mulai dari Abdur Rozaki, seorang dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menggugat karena namanya dicatut sebagai peneliti buku tersebut, juga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merasa sangat disudutkan dan menyesalkan terbitnya buku itu, hingga kasus toko buku yang tidak mau menjual buku tersebut dengan alasan kena teror.

Diterbitkan oleh The Wahid Institute dan Maarif Institute dan diluncurkan pada 16 Mei 2009. Isi buku itu sendiri penuh kontroversi, buku itu menyebutkan HTI dan PKS merupakan organisasi Islam garis keras yang menyusup kedalam tubuh Muhammadiyah dan NU. Selain itu turut juga dibahas beberapa gerakan Islam lainnya seperti Wahabi dan Ikhwanul Muslimin.

“Kita sudah membaca buku itu, buku itu penuh dengan tuduhan tidak berdasar, dan buku itu justru tidak toleran, kalau kami disebut kelompok fundamentalis, kenapa kebebasan hanya milik mereka”, kata juru bicara HTI Ismail Yusanto (detik.com, Jumat, 22/05/2009 14:25 WIB). Juga pada penggunaan kata transnasional dan infiltrasi yang ia anggap mengandung arti buruk dan sangat menyudutkan pihak HTI. Dan untuk itu, pihaknya akan meminta penjelasan kepada pihak Wahid Institute dan Maarif Institute.

Sedangkan Abdur Rozaki mengaku ia bersama dua temannya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi pernah diajak untuk menjadi peneliti buku tersebut. Namun ia membatalkan kontrak karena yayasan Fatsuna, yang menerbitkan buku itu menolak diajak debat tentang metodologi penelitian. Itu terjadi pada dua tahun lalu, dan anehnya nama Rozak dan kawan-kawan tetap dicantumkan saat buku itu diterbitkan Wahid Institute pada 2009. “Setelah kami cek itu ada ghost writer, entah siapa yang buat. Makanya ini ada apa?” jelas Rozak.

Masih menurut Rozaki, proyek itu didanai oleh Holland Taylor dari organisasi Lib for All dan dilaksanakan oleh Abdul Munir Mulkan. Belakangan Abdul Munir Mulkan bahkan tidak sepakat buku itu diterbitkan. Rozak bersama temannya sempat komplain kepada penerbit, sayangnya dia mendapat jawaban bahwa apa yang tercantum dalam buku itu bukan tanggung jawab penerbit (detik.com, Rabu, 27/05/2009 13:45 WIB).

Dalam buku tersebut juga dilampirkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah (hal 240), dan dokumen yang berisi penolakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap kelompok-kelompok garis keras yang mengkampanyekan Khilafah Islamiyah atau Ideologi dan Gerakan Ekstrimis Transnasional. Inti pernyataan itu adalah bahwa Negara Islam atau Khilafah Islamiyah sepenuhnya adalah ijtihadiyah atau interpretasi belaka, dengan alasan tidak ada nash dalam Al-Qur’an yang mendasari gagasan tentang Negara Islam tersebut (hal 252).

Jika melihat dari sekelumit kenyataan diatas, maka patutlah bila ada perselisihan tentang akuntabilitas dalam penulisan buku tersebut. Disamping nuansa politiknya yang terlihat, juga tidak adanya kejelasan siapa penulis yang sebenarnya. Apapun alasan diterbitkannya buku tersebut, jelas terlihat bahwa buku tersebut berusaha untuk memberi kesan atau citra yang tidak baik kepada setiap gerakan-gerakan Islam yang memperjuangkan tegaknya Syari’at Islam.

Wallahu’alam bishshawab

Comments on: "Kontroversi Ilusi Negara Islam" (4)

  1. AOA;

    very nice blog…

  2. Hukumnya sama membaca buku ini dengan membaca buku Ayat – ayat Setan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: